Senin, 25 Oktober 2010
Gadis Jagung Rebus
Sekitar 3 hari yang lalu, pas nungguin angkot ngtem di kampus tiba2 dateng cewek yang gayanya agak culun sih tp wajahnya lumayan lucu (menurut gw) pake kacamata agak tebal en rambut diiket ekor kuda. Tapi yang paling menarik perhatian gw tu jajanannya. Awalnya gw agak heran apa yg ada di dalem kantong plastik itu. Pas dikeluarin wah, ternyata jagung rebus!
Gw agak heran krn gw ga tau klo ada yg jualan jagung rebus di sekitaran kampus, en yang kedua makanan ini kan agak repot sbnernya utk dimakan di angkot karena panas dan remah2nya kan berjatuhan. Selain itu juga butiran jagungnya sering nyelip digigi (maaf klo agak jorok, hhehe...). Yeah pokoknya ini bukan makanan yg cocok untuk dimakan cewek yang (sekali lagi mnurut gw) cenderung untuk jaim dan senantiasa menjaga penampilan di muka umum.
Nah skali lagi gw dibikin kagum sama anak ini. Tekniknya dalam menjinakkan jagung rebus super panas (asap masih tampak mengepul dari tubuh si jagung) dan membuatnya ga keliatan kayak katrok itu keren. Seolah-olah dia mo bilang "everything is under control, pal...".
Dengan ga canggung sama sekali dia mulai menggeroti si jagung. Perlahan tapi pasti setengah bagian jagung sudah habis, dan bagian yg saudah habis itu dia potong utk memudahkan menggenggam mungkin. Smuanya di kerjain dengan sangat cekatan. Sampai akhirnya semua bagian sudah habis dan dia ikat tu kantong plastik dengan ekspresi puas.
Klo gw simpulin ni cewek emang doyan banget sama jagung rebus. Mungkin dirumahnya sering bikin. Trus begitu liat dikampus ada yang jualan langsung ga disia-siakan kesempatan ini, hahahaha.... Tapi gw ngerasa klo dia ini emang tipikal nya anak cewek di kampus gw. Gw makin penasaran, anak mana sih dia? Selidik punya selidik, gw liat label di jaketnya bertuliskan FMIPA 2010. Hooo, ternyata anak tingkat 1 toh....
Klo dipikir2, gada kerjaan banget ya gw merhatiin orang gitu? Abis cuman berdua en jalanan macet, so gada kerjaan mendingan nonton pertunjukan makan jagung aja, hahahha.....
Sabtu, 23 Oktober 2010
Harmonia Science-Religion
Beberapa waktu lalu saya menemukan tulisan yang menarik. Beberapa orang mungkin pernah membacanya, saya pun pernah membacanya dulu tapi kali ini saya post untuk sekedar sharing. Ini dia:
"Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".
"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan".
"Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?".
"Tentu saja," jawab si Profesor,
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.
Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.
Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."
Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak.
Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.
Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.
Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak.
Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.
Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."
Profesor itu terdiam."
Siapakah mahasiswa ini? Ya, jawaban anda benar! Dia adalah Albert Einstein, salah satu fisikawan paling berpengaruh abad 20. Einstein adalah seorang pemikir yang handal. Meskipun demikian, berkaitan dengan nilai raport masa kecilnya yang buruk dia pernah berkata: "Saya bukan orang yang pintar. Saya hanya orang yang suka berimajinasi dan ingin mengetahui bagaimana alam bekerja".
Dan hal ini tampaknya benar. Einstein sendiri mengakui bahwa dia memiliki kelemahan dalam bidang matematika. Ini dia rasakan ketika dia sedang dalam proyek pengembangan Teori Relatifitas Umum yang menyangkut konsep gravitasi modern dalam ranah kosmik. Einstein merasa kesulitan ketika berhadapan dengan persoalan geometri di ruang multidimensi, dan memutuskan untuk meminta saran dan bantuan dari Reimann.
Well, kita tidak membicarakan sains disini, jadi mari kembali ke topik utama. Apa yang bisa kita simpulkan dari sepenggal kisah di atas? Saya menyimpulkan bahwa dialog di atas membuktikan bahwa alur pemikiran scientific dan filsafat pun tidak dapat memungkiri adanya Tuhan. Semuanya logis dari pendekatan fisika dan logika filsafat (khusus untuk contoh kasus di atas). Dan bukti yang paling nyata adalah pernyataan tersebut muncul dari seorang Albert Einstein, ilmuwan terkemuka abad 20.
Terlepas dari apakah Einstein menganut agama tertentu, ini membuktikan bahwa sekalipun seseorang tidak meyakini adanya Tuhan, jika melalui proses berpikir yang benar maka realitas akan adanya Tuhan tidak dapat digoyahkan dan memutuskan untuk tidak memercayainya adalah keputusan yang naif.
Semoga bisa menjadi bahan renungan.
Jumat, 22 Oktober 2010
Pahlawan Nasional
Yeah kayak yang lagi seru dibahas di tv-tv, skarang ni qta sedang milih2 siapakah tokoh nasional yang pantas untuk dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional. Dari sekitar10 kandidat (yang semuanya sudah meninggal) yang ada akan dipilih orang yang dianggap paling berjasa bagi negara ini, dan hasilnya akan diumumkan pada tanggal 10 November nanti oleh presiden. Beberapa kandidat itu antara lain adalah Ali Sadikin (mantan gubernur DKI Jakarta), KH Abdurrahman Wahid, Pakubuwono X, H.M Soeharto.
Pemberian gelar pahlawan kepada seseorang tentu saja akan menuai pro dan kontra karena pasti ada pihak-pihak yang pernah merasakan kebaikan dan keburukan dari sang kandidat. Namun itu hal yang lumrah karena manusia tidak ada yang sempurna. Tapi jika kita lihat dari beberapa pemberitaan akhir-akhir ini, tokoh yang tampaknya paling kontroversial yang masuk ke dalam daftar ini adalah Pak Harto. Kita semua tahu bahwa tokoh yang satu ini memang eksotis jika melihat apa yang telah beliau lakukan pada negeri ini, baik jasa-jasa nya maupun tindakannya yang dianggap diktator. Beberapa pihak pasti pernah merasakan betul "sentuhan" tangan beliau. Seperti yang saya katakan di atas, pasti ada pihak-pihak yang merasa diuntungkan dan dirugikan dengan kebijakan beliau. Eksotisme ini juga berkaitan dengan intrik di seputar peristiwa G30 S PKI dan sepak terjangnya di masa orde baru. Selain itu beliau juga dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kebangkrutan negeri ini dan maraknya praktik KKN di lingkungan institusi pemerintahan. Namun demikian beliau bukannya tanpa jasa bagi negeri ini.
Setiap nama yang diajukan telah didukung dengan berbagai argumentasi (yang tentu saja subjektif). Lantas kriteria apa yang dapat digunakan untuk pemilihan Pahlawan Nasional ini? Dari sebutannya kita langsung menyadari bahwa tokoh ini haruslah pahlawan bagi seluruh rakyat Indonesia, dan bukan bagi hanya segelintir orang atau kelompok. Oleh karena itu pemilihan ini haruslah dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia dan tidak hanya melalui pertimbangan Tim Peneliti Pengkajian Gelar Pusat (TP2GP) Kementrian Sosial. Tentu saja, kita tidak akan mendapatkan orang yang sempurna untuk gelar ini, karena itu kita tetap harus memandang mereka sebagai manusia biasa yang tidak lepas dari kesalahan, namun memiliki kontribusi yang lebih ber\sar bagi negara dibandingkan warga negara yang lain.
Semoga kebijaksaan dan kerendahan hati mengiringi setiap pertimbangan dalam pemilihan Tokoh Nasional ini. Dan yang paling utama, semoga tokoh yang terpilih adalah orang yang tepat dan dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan sebagian saja.
Pemberian gelar pahlawan kepada seseorang tentu saja akan menuai pro dan kontra karena pasti ada pihak-pihak yang pernah merasakan kebaikan dan keburukan dari sang kandidat. Namun itu hal yang lumrah karena manusia tidak ada yang sempurna. Tapi jika kita lihat dari beberapa pemberitaan akhir-akhir ini, tokoh yang tampaknya paling kontroversial yang masuk ke dalam daftar ini adalah Pak Harto. Kita semua tahu bahwa tokoh yang satu ini memang eksotis jika melihat apa yang telah beliau lakukan pada negeri ini, baik jasa-jasa nya maupun tindakannya yang dianggap diktator. Beberapa pihak pasti pernah merasakan betul "sentuhan" tangan beliau. Seperti yang saya katakan di atas, pasti ada pihak-pihak yang merasa diuntungkan dan dirugikan dengan kebijakan beliau. Eksotisme ini juga berkaitan dengan intrik di seputar peristiwa G30 S PKI dan sepak terjangnya di masa orde baru. Selain itu beliau juga dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kebangkrutan negeri ini dan maraknya praktik KKN di lingkungan institusi pemerintahan. Namun demikian beliau bukannya tanpa jasa bagi negeri ini.
Setiap nama yang diajukan telah didukung dengan berbagai argumentasi (yang tentu saja subjektif). Lantas kriteria apa yang dapat digunakan untuk pemilihan Pahlawan Nasional ini? Dari sebutannya kita langsung menyadari bahwa tokoh ini haruslah pahlawan bagi seluruh rakyat Indonesia, dan bukan bagi hanya segelintir orang atau kelompok. Oleh karena itu pemilihan ini haruslah dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia dan tidak hanya melalui pertimbangan Tim Peneliti Pengkajian Gelar Pusat (TP2GP) Kementrian Sosial. Tentu saja, kita tidak akan mendapatkan orang yang sempurna untuk gelar ini, karena itu kita tetap harus memandang mereka sebagai manusia biasa yang tidak lepas dari kesalahan, namun memiliki kontribusi yang lebih ber\sar bagi negara dibandingkan warga negara yang lain.
Semoga kebijaksaan dan kerendahan hati mengiringi setiap pertimbangan dalam pemilihan Tokoh Nasional ini. Dan yang paling utama, semoga tokoh yang terpilih adalah orang yang tepat dan dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan sebagian saja.
Rabu, 20 Oktober 2010
Hello World
A week ago I decided to buy a GSM modem. Actually I never wanted to buy this thing because I'm affraid getting online all the time with big download capacity would make me do something unnecessary like download manga (japanese comic), watch or download video from youtube and of course, keep my status update on Facebook.
I think that can be prevented just by going to some internet cafe everytime I need internet connection. And because it'll spend my money, I often think about it twice before I go to the internet cafe. And it work! I never done anything unnecessary or wasting my time improperly all this time.
BUT, things just don't happen as we wanted to.
I'm on my last year in campus now, so I need to gain my knowledge that can help me to make my Final Project. But I commited not to waste my precious time improperly. If I have much time online, then I have to make something usefull. And here I am. Trying to share my thoughts.
I hope my next post will be more interesting and usefull for everyone who read it.
Langganan:
Postingan (Atom)




