Senin, 21 Maret 2011

Inovasi dan Daya Saing Bangsa

Resume Kuliah Studium Generale
SISTEM INOVASI NASIONAL UNTUK KEKUATAN DAYA SAING BANGSA
Dr.  Suharna Suryapranata
 (Menteri Riset dan Teknologi RI)


Inovasi merupakan hal yang sangat penting dalam perkembangan suatu negara. Selain sebagai alat untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyrakatnya, inovasi juga merupakan menifestasi dari suatu masyarakat yang belajar dan berkembang sehingga tingkat inovasi suatu negara dapat menjadi indicator level peradaban suatu bangsa. Di era globalisasi seperti sekarang ini, inovasi menjadi isu yang penting bagi bangsa jika ingin tetap terlibat dalam dinamika pergaulan internasional yang semakin rumit. Pargaulan internasional kini membentuk komunitas regional (Uni Eropa, ASEAN, Uni Emirat Arab), yang berakibat pada dinamika perekonomian regional. Artinya kita tidak lagi berada dalam ruang lingkup dalam negeri saja melainkan secara langsung terlibat dalam dinamika ekonomi regional yang semakin terbuka.
Namun saat ini, masyarakat Indonesia terlalu disibukkan dengan pembahasan mengenai dinamika politik. Dinamika inovasi dan teknologi yang merupakan bagian dari aspek penting dalam perkembangan kemajuan negeri seringkali termaginalkan. Jika hal ini tersisihkan, perhatian masyarakat terhadap inovasi pun akan berkurang sehingga inovasi tidak lagi dianggap penting. Sedangkan inovasi merupakan hal yang berbasiskan permintaan (demand driven). Artinya, inovasi tidak akan berkembang jika tidak ada permintaan dari masyarakat. Hasil survey Biro Riset Ekonomi Bank Indonesia terhadap 29.469 industri besar dan sedang pada Desember 2010 menyebutkan bahwa 78% merupakan industri inovasi rendah, 20% merupakan inovasi sedang, dan hanya 2% yang merupakan industri inovasi tinggi. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, inovasi merupakan demand driven sehingga jika permintaan dari masyarakat kurang maka inovasi juga tidak akan berkembang.
Menurut Global Competitiveness Index, Indonesia berada di peringkat 37 dalam business sophistication dan peringkat 36 dalam innovation. Namun berada di peringkat ke 91 dalam hal technological readiness. Ini artinya Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan yang kuat dalam pengembangan teknologi untuk inovasi, namun memiliki tingkat pemanfaatan yang lemah terhadap teknologi. Indonesia juga memiliki level yang tinggi dalam hal market size. Dengan kondisi yang seperti ini, kita hanya akan menjadi pasar yang baik untuk para penghasil teknologi inovasi. Dengan kata lain, nilai impor akan sangat tinggi yang akan berakibat buruk pada perekonomian makro Indonesia. Kita harus memperkuat inovasi untuk dapat bertahan dari serangan ini.
Dalam perkembangan inovasi di suatu negara, pemerintah, dunia usaha, dan universitas adalah komponen utama pembangunan inovasi. Inovasi dapat terjadi jika memliki basis knowledge yang kuat, oleh karena itu dibutuhkan universitas. Terdapat dua mindset dalam inovasi yaitu creativity based innovation dan market based innovation. Mindset pertama akan membutuhkan fasilitas yang memadai, sedangkan mindset kedua lebih membutuhkan regulasi yang kooperatif dengan dunia usaha. Oleh karena itu di sinilah peran pemerintah untuk melakukan internediasi antara pihak universitas (peneliti) dan dunia usaha. Peran pemerintah ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan demand yang baik bagi perkembangan inovasi. Semua ini demi terciptanya masyarakat yang maju dan mandiri, karena teknologi tidak hanya berkaitan dengan ekonomi tapi juga berkaitan dengan kemandirian dan pelayanan masyarakat.
Untuk menuju Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur, kita membutuhkan percepatan transformasi ekonomi. Agar hal ini dapat terwujud, diperlukan ciri masyarakat yang bekerja keras, tidak cepat puas, berinisiatif, berdaya saing, menyadari pentingnya teknologi, kreatif dan inovatif. Salah satu cara untuk meningkatkan ekonomi makro adalah dengan mengubah keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan produktivitas dari kekayaan negara yang berupa warisan masa lalu, melakukan penciptaan kekayaan baru sehingga keunggulan yang telah dimiliki menjadi lebih kompetitif. Peningkatan competitiveness akan meningkatkan demand bagi inovasi, sehingga inovasi dapat berkembang. Perkembangan inovasi akan membawa suatu negara ke level basis ekonomi yang lebih tinggi. Saat ini Indonesia baru saja melewati level ekonomi berbasis bahan mentah (factor driven) dan sedang berada pada masa transisi. Level berikutnya adalah ekonomi berbasis industri dan yang tertinggi adalah ekonomi berbasis inovasi yang menghasilkan GDP lebih dari 17000 US$.
Pemerintah harus menyediakan panggung yang tepat bagi terciptanya suasana inovasi yang kondusif, yaitu mengkoordinasikan masyarakat, mengkondusifkan politik dan ekonomi. Lalu menciptakan kebijakan-kebijakan yang mendukung perkembangan inovasi, dan melakukan mediasi antara pihak universitas dan dunia usaha. Dengan demikian produk inovasi akan bertemu dengan dengan demandnya yaitu market.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar