Senin, 21 Maret 2011

Kontribusi Pemuda?

Resume Kuliah Studium Generale
PEMUDA DAN KEMAJUAN BANGSA INDONESIA
Dr.  Andi Alfian Malarangeng
 (Menteri Negara Pemuda dan Olahraga RI)


Pemuda selalu memiliki peran yang sangat penting di dalam suatu negara, dari waktu ke waktu. Sejarah telah mencatat berbagai peristiwa penting yang terjadi di negeri ini tak lepas dari peran pemuda. Sejak jaman perjuangan melawan penjajah para pemuda telah memberikan kontribusi yang sangat penting yang dapat membawa Indonesia mencapai kemerdekaan. Kita selalu dapat mengharapkan kontribusi yang signifikan dari para pemuda sejak jaman dahulu, masa kini, maupun di masa depan. Oleh karena itu kita harus senantiasa mengakomodasi perkembangan dan kemajuan kaum muda kita agar mereka bisa menjadi pelopor dan ujung tombak dalam kemajuan bangsa.
Dalam hal ini pemerintah akan selalu menjadi fasilitator pengembangan pemuda Indonesia, dengan cara memberikan berbagai kemudahan bagi para pemuda untuk mengembangkan diri dalam berbagai hal, termasuk olahraga. Pemikiran pemuda adalah pemikiran yang visioner, bebas, dan independen. Pemikiran kaum muda tidak terpengaruh oleh berbagai situasi politik dan kepentingan. Mereka hanya memperjuangkan idealismenya. Karena itu kita harus melindungi dan menjaga pemikiran-pemikiran yang murni ini demi kemajuan bangsa. Para pemuda harus diberi kemudahan dalam mewujudkan mimpinya. Kita tidak bisa membiarkan para pemuda untuk melepaskan mimpinya. Pemuda harus bisa menjadi apapun yang mereka inginkan. Berbagai jenis profesi terbuka untuk menjadi pilihan, insinyur, seniman, olahragawan, dokter, pengusaha.
Pemerintah juga mengakomodasi para mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri. Dahulu pemerintah meminta para pelajar yang bersekolah di luar negeri untuk kembali pulang ke Indonesia untuk berkontribusi di dalam negeri. Namun kini, pemerintah tidak lagi melakukan hal tersebut. Fakta membuktikan bahwa bahwa orang Indonesia adalah orang yang lebih suka untuk pulang ke kampung halamannya. Artinya orang Indonesia cenderung memilih untuk pulang ke Indonesia setelah beberapa waktu mengenyam pendidikan atau bekerja di luar negeri. Hal ini merupakan hal yang positif karena menandakan kecintaannya pada tanah air. Namun demikian, kerangka berpikir kita harus direkonstruksi terutama dalam upaya kita untuk bisa beradaptasi terhadap derasnya arus globalisasi.
Kita harus merekonstruksi kembali konsep tentang lokalitas yang selama ini kita pahami. Kita tidak bisa selalu menganggap bahwa tempat di luar negeri ini merupakan tempat yang benar-benar asing bagi kita. Para pelajar maupun para professional Indonesia bisa saja untuk tetap berada di luar negeri tanpa perlu kembali ke Indonesia. Biarkan mereka berkarir dan membangun kehidupan di luar negeri. Kita harus menebarkan bibit-bibit orang Indonesia di seluruh dunia guna menjaga kekuatan hubungan Indonesia dengan negara tersebut. Pada era globalisasi seperti sekarang ini, banyak tenaga asing yang dipekerjakan lintas negara. Lantas kemudian tidak sedikit di antara mereka  yang menetap di negara tersebut. Jika hal ini hanya terjadi pada negara kita, ini artinya kita terinvasi oleh negara lain. Masuknya penduduk negara asing ke suatu negara dapat menjadi jalur ekspor pertama bagi komoditi negara pendatang tersebut. Sebagai contoh, makanan dan barang-barang Cina pertama kali mencapai negara lain melalui para penduduk Cina yang merupakan pendatang. Makanan khas India dan rempah-rempahnya juga masuk ke negara lain dari komunitas India di negara tersebut. Begitu juga dengan kasus negara lain. Hal seperti ini dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas ekspor suatu negara terutama komoditi yang menjadi khas negara tersebut.
Oleh karena itu saat ini pemerintah tidak lagi memaksakan para pemuda yang bekerja atau belajar di luar negeri untuk kembali ke Indonesia karena pemerintah menyadri pentingnya persebaran orang Indonesia di luar negeri demi kemajuan bangsa menghadapi globalisasi. Kita tidak perlu khawatir dengan kemungkinan terjadinya “brain drain” di dalam negeri.  Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, orang Indonesia adalah tipe orang yang cenderung ingin pulang ke kampung halamannya. Ini artinya tanpa diminta pun, mereka akan kembali. Namun pemerintah tidak akan memaksakan kepada mereka yang ingin berkarir dan tinggal di luar negeri untuk kembali ke Indonesia, karena hal ini pun dapat menguntungkan bagi bangsa ini. Meskipun demikian, yang harus kita jaga adalah rasa nasionalisme di dalam diri setiap warga Indonesia, dimanapun mereka berada. Dengan demikian ini dapat berarti perluasan negeri ini tanpa perluasan wilayah. Seperti yang pernah dikatakan seorang dosen penulis, “jika Indonesia tidak bisa seperti negara lain, maka Indonesiakan lah negara lain”. Maka dengan banyaknya warga Indonesia di luar negeri dan tetap menjaga keIndonesiannya, kita akan mengIndonesiakan dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar