Resume Kuliah Studium Generale
MEMBANGUN NEGARA MARITIM INDONESIA
Dr. Ir. H. Fadel Muhammad Al-Haddar
(Menteri Kelautan dan Perikanan RI)
Indonesia adalah Negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas wilayah laut yang mencapai 2/3 dari luas wilayah keseluruhannya. Jumlah ini membuat Indonesia memiliki luas laut terbesar kedua di dunia. Luas tersebut menunjukkan banyak dan beranekanya sumber daya alam dan sumber daya hayati yang dimiliki oleh laut Indonesia. Ini juga menunjukkan bahwa negara kita sangat kaya akan potensi dari hasil laut.
Dengan mengetahui bahwa kita memiliki kekayaan yang luar biasa dari laut, maka sekarang kita memikirkan bagaimana strategi pengelolaan kekayaan tersebut dalam rangka membangun bangsa ini menjadi negara bahari di dunia ini
Tiga pilar dalam pembangunan perikanan dan kelautan yang akan dilakukan ke depan yakni, national ocean policy (payung hukum dan arah kebijakan perikanan dan kelautan), road map ocean resource dan tata kelola yang baik untuk kelautan (ocean government). Dalam membangun negara ada 2 hal yang menjadi prinsip utama yaitu Ekonomi berbasis pengetahuan dan Persaingan yang berbasis inovasi. Ekonomi yang berbasis pengetahuan, jelas bahwa pengembangan ekonomi yang kita lakukan harus didasarkan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berdasarkan keadaan sosial dan data yang ada, mengambil keputusan dalam dunia ekonomi harus sesuai dari pertimbangan yang didasarkan pada informasi yang bisa dipertanggungjawabkan dan harus berjangka panjang atau visioner, sehingga diperoleh pembangunan dan peningkatan ekonomi yang pesat dan berkesinambungan.
Dalam melaksanakan program-program tersebut kita harus fokus. Kita harus menempatkan diri kita bagaimana sistem ekonomi agar fokus bicara bagaimana agar ekonomi itu ada kaitan dengan perikanan tangkap yang bermuara pada kesejahteraan rakyat. Bicara perikanan tangkap satu fungsi yang harus diutamakan adalah armada kapal, pelabuhan, SDM, dan jejaring pasar. Jejaring Indonesia masih belum kuat dan jelas-jelas masih kalah bargaining dengan negara lain. Selama ini ada peraturan dari level menteri dan dirjen yang hasil dan penerapannya masih kaku.
Visi dari menteri kelautan bersama jajarannya adalah “Indonesia penghasil produk kelautan dan perikanan terbesar 2015”. Ini adalah mimpi besar yang harus kita dukung sebagai bagian dari bangsa ini. Visi ini dinilai sangat realistis jika melihat dari apa yang bangsa ini miliki dari segi sumber daya alamnya. Kita tentu harus optimis. Hal yang harus kita pikirkan adalah bagaimana merapikan diri dalam pelaksanaan konsep matang yang telah disusun oleh kementerian kelautan dan jajarannya. Dan ini harus ada dukungan dan kerjasama dari setiap elemen terkait.
Sedangkan misinya kementerian kelautan adalah “Mensejahterahkan masyarakat perikanan dan kelautan” cukup singkat dan jelas, dimana kesejahteraan masyarakatlah yang menjadi fokus utama dari tiap program kerja atau proyek yang dilakukan pemerintah dari potensi perikanan dan kelautan yang dimiliki.
Indonesia harus meningkatkan kinerja perikanan tangkap, ini penting sehingga nelayan betul-betul memiliki kelompok yang berbudaya entrepreneur dan punya visi masa depan.
Langkah-langkah yang akan dilakukan adalah
1. Membangun sistem manajemen perikanan tangkap yang berbasis pada kemudahan nelayan bekerja dan memotiviasi mereka untuk meningkatkan pendapatan (Referensi Model Taksi Minabahari Gorontalo)
2. Membangun dan memperbaiki infrastruktur perikanan tangkap seperti pelabuhan, sistem pendingin, dan akses ke pasar agar produk perikanan tangkap memiliki keunggulan bersaing dengan produk kompetitor
3. Peningkatan kapasitas SDM perikanan tangkap agar memiliki kapasitas dan daya saing yang lebih unggul atau setara dengan nelayan dari 5 negara penghasil ikan terbesar di dunia
4. Membangun jejaring pasar untuk membuka dan meningkatkan penetrasi produk ikan di Indonesia ke pasar local, regional dan internasional.
Pertumbuhan hasil perikanan dan kelautan di masa lalu datar-datar saja, hal ini yang harus kita perjuangkan untuk meningkat lebih cepat lagi. Sehingga focus kementerian kelautan dan perikanan di tahun 2011 ini adalah pengembangan minapolitan dan pnpm mandiri atau mina pedesaan. Dimana daerah pantai itu masuk dalam kawasan pedesaan yang harus dikembangkan terus-menerus dengan memberikan bantuan dana dan pengontrolan yang terarah yang rutin. Adapun peran perguruann tinggi adalah menyediakan teknologi baru dalam pengelolaan hasil perikanan dan kelautan agar diperoleh penambahan pada nilai ekonomis ataupun untuk memudahkan dalam pelaksanaan tangkap ikan, dan lain-lain. Selain itu, dari perguruan tinggi diharapkan dihasil sumber daya manusia yang mau dan siap untuk mengembangkan potensi besar ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar